Hari Lingkungan Hidup 2026: Spirit Gotong Royong Menyala di Desa Puyung Trenggalek

Wina Purwanto 06 Juni 2026 05:15:24 WIB

TRENGGALEK – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, semangat menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan bergelora di berbagai pelosok Kabupaten Trenggalek. Salah satu aksi nyata terlihat di Desa Puyung, Kecamatan Pule, di mana Pemerintah Desa bersama masyarakat bergerak serentak melakukan aksi kerja bakti massal (korve) pada Jumat (5/6).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek yang diteruskan melalui Camat Pule. Surat edaran tersebut mengimbau seluruh jajaran instansi pemerintahan dan lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar melalui aksi kebersihan yang masif.

Sinergi Jajaran Pemdes Puyung Bersihkan Area Kantor Desa

Sejak pagi hari, suasana di Kompleks Kantor Desa Puyung tampak berbeda dari biasanya. Kepala Desa Puyung memimpin langsung seluruh perangkat desa, staf, hingga lembaga desa untuk melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan kantor.

Menggunakan berbagai peralatan kebersihan seperti sapu, cangkul, dan sabit, seluruh jajaran bahu-membahu membersihkan area halaman, saluran air (drainase), hingga penataan taman kantor agar terlihat lebih asri.

"Aksi korve ini bukan sekadar rutinitas atau formalitas menjalankan instruksi dari surat edaran Sekda dan Camat, melainkan bentuk komitmen nyata kami di jajaran Pemerintah Desa Puyung untuk memberikan contoh bagi masyarakat luas. Lingkungan kerja yang bersih akan mendukung pelayanan yang lebih prima dan sehat," ujar Budiono Kepala Desa Puyung di sela-sela kegiatan.

Gotong Royong Warga Dusun Ponggok Bersihkan Jalur Utama

Tidak hanya berpusat di area perkantoran desa, gaung Hari Lingkungan Hidup juga beresonansi kuat di tingkat dusun. Di titik lain, tepatnya di Dusun Ponggok, Kepala Dusun (Kasun) Suyanto menggerakkan puluhan warga untuk turun ke jalan.

Mereka melaksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas umum di sepanjang ruas jalan raya utama yang menghubungkan Puyung dengan wilayah Trenggalek. Fokus kegiatan di jalur ini meliputi:

Pembersihan Bahu Jalan: Memangkas rumput liar dan semak belukar yang mulai rimbun dan berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

Normalisasi Selokan: Mengangkat sedimen lumpur dan sampah yang menyumbat saluran air di pinggir jalan raya guna mengantisipasi genangan air saat hujan.

Pembersihan Sampah Plastik: Memungut sampah-sampah anorganik yang berserakan di sekitar jalan utama demi estetika dan kesehatan lingkungan.

Kasun Ponggok, Suyanto, mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme warga yang begitu tinggi. "Kesadaran warga Dusun Ponggok untuk menjaga kebersihan fasilitas publik sangat luar biasa. Gotong royong membersihkan ruas jalan raya Puyung-Trenggalek ini penting, mengingat jalur ini adalah urat nadi transportasi yang saban hari dilewati masyarakat. Jalan yang bersih juga meminimalisir potensi kecelakaan akibat pandangan terhalang semak," jelas Suyanto.

Momentum Penguatan Budaya Gotong Royong

Aksi serentak yang melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat sipil di Desa Puyung ini menjadi potret indah bagaimana peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di Kabupaten Trenggalek dirayakan dengan aksi yang menyentuh akar rumput.

Melalui momentum ini, diharapkan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Trenggalek tetap lestari, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif yang berkelanjutan dalam menjaga bumi demi generasi masa depan. Kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan berhasil mengubah wajah Desa Puyung menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Puyung

tampilkan dalam peta lebih besar