Desa Puyung, Permata Pegunungan di Barat Trenggalek yang Menjaga Tradisi dan Semangat Gotong Royong
Wina Purwanto 22 Mei 2026 10:31:55 WIB
PUYUNG - Di balik hamparan perbukitan hijau Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, berdiri sebuah desa yang menyimpan keindahan alam sekaligus kekayaan budaya masyarakat pedesaan. Desa tersebut adalah Desa Puyung, salah satu dari 10 desa di wilayah Kecamatan Pule, Provinsi Jawa Timur. Berada di kawasan pegunungan bagian barat Trenggalek, Desa Puyung dikenal memiliki udara yang sejuk, panorama alam yang asri, serta kehidupan masyarakat yang masih sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
Kantor Pemerintahan Desa Puyung sendiri berada di Jl. Raya Pule–Sidomulyo Km 15, Kode Pos 66362. Letaknya yang berada di dataran tinggi menjadikan desa ini memiliki suasana tenang dan nyaman, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Hamparan pepohonan, lahan pertanian, dan udara segar menjadi pemandangan sehari-hari yang memperlihatkan keindahan alami khas pegunungan.
Secara administratif, Desa Puyung terdiri dari tiga dusun utama, yakni Dusun Krajan, Dusun Ponggok, dan Dusun Sendang. Ketiga dusun tersebut menjadi pusat kehidupan masyarakat yang saling terhubung erat melalui budaya kekeluargaan dan kerja sama antarwarga. Masyarakat di Desa Puyung dikenal ramah, sederhana, serta masih memegang teguh tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun.
Wilayah Desa Puyung didominasi oleh area perbukitan dan lahan pertanian kering yang sangat cocok untuk pengembangan sektor pertanian pegunungan dan peternakan. Kondisi geografis ini menjadikan masyarakat banyak menggantungkan hidup pada hasil bumi dan usaha peternakan. Berbagai tanaman empon-empon seperti jahe, kunyit, lengkuas, serta rempah-rempah lainnya tumbuh subur di wilayah desa. Selain itu, tanaman kaliandra yang banyak ditemukan di wilayah Ponggok dan Krajan juga dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak kambing.
Dengan kondisi alam yang mendukung, sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Desa Puyung. Aktivitas warga yang bekerja di ladang dan kebun menjadi pemandangan umum setiap pagi. Kehidupan masyarakat desa berjalan harmonis berdampingan dengan alam yang masih terjaga.
Meski berada di wilayah pegunungan dengan curah hujan yang cukup tinggi saat musim penghujan, masyarakat Desa Puyung tetap mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan alam. Pada musim kemarau misalnya, warga sering menghadapi penurunan hasil pertanian akibat terbatasnya sumber air. Namun semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai kondisi tersebut.
Tidak hanya dikenal karena potensi alamnya, Desa Puyung juga memiliki kehidupan sosial masyarakat yang sangat kuat. Budaya gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari warga. Tradisi sambatan atau membantu pekerjaan tetangga tanpa pamrih masih sering dilakukan, terutama saat membangun rumah, menggelar hajatan, maupun kegiatan sosial lainnya.
Selain itu, tradisi keagamaan dan budaya lokal juga masih terus dilestarikan hingga saat ini. Salah satu tradisi yang masih dijaga masyarakat adalah “Geren Kubur”, yaitu kegiatan membersihkan makam leluhur menjelang bulan Ramadan. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para pendahulu sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga desa.
Dalam bidang pembangunan, Pemerintah Desa Puyung terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Berbagai pembangunan seperti rabat jalan desa, perbaikan jembatan, penanganan longsor, hingga penyaluran bantuan sosial berupa BLT Dana Desa terus dilakukan secara bertahap demi menunjang kebutuhan masyarakat.
Pemerintah desa juga aktif mendorong transparansi pengelolaan anggaran melalui publikasi APBDes dan berbagai kegiatan pembangunan yang dapat diketahui langsung oleh masyarakat. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel.
Keindahan alam pegunungan yang dimiliki Desa Puyung juga menyimpan potensi besar di sektor wisata pedesaan. Panorama alam yang hijau, udara yang dingin dan segar, serta suasana desa yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam pegunungan. Potensi ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di masa mendatang.
Desa Puyung bukan hanya sekadar wilayah administratif di Kecamatan Pule, tetapi juga menjadi gambaran kehidupan masyarakat desa yang tetap menjaga budaya, kebersamaan, dan semangat membangun di tengah perkembangan zaman. Dengan kekayaan alam, budaya, serta masyarakat yang penuh semangat gotong royong, Desa Puyung terus tumbuh menjadi desa pegunungan yang memiliki potensi besar untuk berkembang lebih maju di masa depan.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Desa Puyung, Permata Pegunungan di Barat Trenggalek yang Menjaga Tradisi dan Semangat Gotong Royong
- Potensi Mentimun Polinasi, Komoditas Pertanian Baru yang Menjanjikan di Desa Puyung
- ​Menjelang Idul Adha 2026, Harga Kambing Jantan di Pasar Jajar dan Pasar Legi Mulai Merangkak Naik
- Selamat memperingati kenaikan Isa Almasih
- Geliat "Emas Hitam" di Desa Puyung: Harga Stabil, Masyarakat Mulai Berburu Bibit Katak Super
- Wujudkan Akses Layak, Warga RT 17 Dusun Sendang Gerakkan Swadaya Murni Cor Jalan
- Pemerintah Desa Puyung Ucapkan Selamat Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026


















