Wujudkan Akses Layak, Warga RT 17 Dusun Sendang Gerakkan Swadaya Murni Cor Jalan
Wina Purwanto 04 Mei 2026 11:39:16 WIB
TRENGGALEK – Semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat di pelosok Kabupaten Trenggalek kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, warga RT 17 RW 09 Dusun Sendang, Desa Puyung, Kecamatan Pule, membuktikan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah bukan penghalang untuk memiliki akses jalan yang layak. Melalui swadaya murni, mereka bahu-membahu melakukan pengerasan jalan dengan konstruksi cor beton pola center ban.
Pantauan di lokasi pada Minggu pagi, suasana guyub rukun sangat kental terasa. Puluhan warga, mulai dari pemuda hingga orang tua, tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Ada yang mengusung material pasir dan koral menggunakan gerobak dorong, mengaduk semen, hingga meratakan adonan beton pada badan jalan yang sebelumnya berupa tanah dan bebatuan lepas.
Mandiri Tanpa Tunggu Anggaran
Ketua lingkungan setempat mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari keresahan warga terhadap kondisi jalan yang licin dan berbahaya, terutama saat memasuki musim penghujan. Mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga untuk mengangkut hasil bumi, keputusan untuk melakukan swadaya pun diambil melalui musyawarah mufakat.
"Kami menyadari bahwa jika hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tentu harus mengantre panjang karena keterbatasan anggaran desa maupun daerah. Akhirnya, warga sepakat untuk iuran secara mandiri, baik berupa uang tunai, tenaga, hingga konsumsi untuk para pekerja," ujar salah satu tokoh masyarakat di sela-sela kegiatan.
Inovasi Pola 'Center Ban'
Pemilihan pola cor beton center ban (pengerasan hanya pada dua lajur lintasan roda kendaraan) bukan tanpa alasan. Metode ini dipilih untuk efisiensi material tanpa mengurangi fungsi utama jalan. Dengan pola ini, panjang jalan yang bisa dikerjakan menjadi lebih maksimal dibandingkan dengan cor blok penuh (full slab), namun tetap mampu menahan beban kendaraan roda empat yang melintas.
Pengerjaan yang dilakukan secara manual ini tetap mengedepankan kualitas. Warga terlihat teliti mengatur ketebalan beton agar jalan tidak mudah pecah. "Meskipun ini swadaya, kualitas tetap nomor satu. Karena yang memakai jalan ini kami sendiri, jadi harus awet," imbuhnya.
Tradisi Swadaya yang Mengakar
Di lokasi pengerjaan, Marni selaku Ketua RT 17 tampak terjun langsung mengawal jalannya gotong royong. Sambil sesekali menyeka keringat, ia menuturkan bahwa aksi swadaya seperti ini bukanlah hal baru bagi warganya. Menurutnya, kerelaan untuk berkorban materi dan tenaga sudah menjadi tradisi yang mengakar kuat di lingkungan RT 17 RW 08 Dusun Sendang.
"Ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, untuk perbaikan saluran air , perbaikan mushala, poskamling dan pengerasan jalan lainya. warga juga kompak iuran mandiri. Kami di RT 17 selalu mengedepankan musyawarah. Jika ada fasilitas umum yang rusak, kami tidak mau hanya berpangku tangan menunggu bantuan yang belum pasti kapan turunnya," ujar Marni dengan nada bangga.
Ia menambahkan bahwa besaran iuran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga, bahkan ada warga yang menyumbang dalam bentuk material seperti pasir atau semen. "Kesadaran warga adalah modal utama kami. Saya sangat terharu dan berterima kasih kepada seluruh warga yang sudah menyisihkan rezekinya demi kepentingan bersama," imbuhnya.
Apresiasi dari Lingkungan RW
Senada dengan Ketua RT, Muyadi selaku Ketua RW 08 juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan warga di wilayahnya. Ia menilai bahwa tingginya kesadaran kolektif ini merupakan aset berharga yang harus terus dijaga.
"Sebagai ketua RW, saya hanya bisa mengarahkan dan memberi semangat. Namun, motor penggeraknya adalah warga sendiri. Saya ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di RT 17 atas dedikasinya. Pola center ban ini adalah solusi cerdas di tengah keterbatasan anggaran, dan hasilnya bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah maupun petani yang lewat," tutur Muyadi.
Ia berharap semangat yang ditunjukkan oleh warga Dusun Sendang ini dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Desa Puyung. Baginya, pembangunan desa akan jauh lebih cepat jika didorong oleh sinergi antara program pemerintah dan kemandirian masyarakat seperti yang terjadi saat ini.
Simbol Solidaritas Desa
Kepala Desa Puyung Budiono memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi nyata warga RT 17 RW 09 Dusun Sendang. Menurutnya, fenomena ini adalah bukti bahwa nilai-nilai luhur gotong royong di Desa Puyung masih sangat terjaga di tengah gempuran modernitas.
"Ini adalah contoh luar biasa bagi wilayah lain. Swadaya murni ini tidak hanya membangun fisik jalan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Pemerintah desa tentu sangat mendukung dan bangga atas kemandirian ini," ungkap pihak pemerintah desa.
Kini, sedikit demi sedikit, jalan setapak yang dulunya sulit dilalui mulai berubah menjadi akses yang kokoh. Ke depan, warga berharap pengerasan jalan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dusun Sendang, mempercepat mobilitas pendidikan, dan menurunkan biaya angkut hasil pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga di lereng perbukitan Pule tersebut.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Wujudkan Akses Layak, Warga RT 17 Dusun Sendang Gerakkan Swadaya Murni Cor Jalan
- Pemerintah Desa Puyung Ucapkan Selamat Hari Buruh Nasional 1 Mei 2026
- Wujudkan Desa Inklusif, Pemdes Puyung Gelar Pembinaan dan Penguatan bagi Penyandang Disabilitas
- Sinergi Desa Puyung Jamin Perlindungan Anak & Perempuan
- Strategi Desa Puyung Menghadapi Penurunan Anggaran Dana Desa Tahun 2026
- Harmoni dan Perjuangan: Menyelami Suka Duka Kehidupan di Jantung Pedesaan
- Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun di Desa Puyung, Wujud Komitmen Ciptakan Generasi Unggul















