​Menjelang Idul Adha 2026, Harga Kambing Jantan di Pasar Jajar dan Pasar Legi Mulai Merangkak Naik

Wina Purwanto 15 Mei 2026 06:31:38 WIB

TRENGGALEK – Mendekati hari raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026, geliat transaksi di pasar-pasar hewan tradisional mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan pantauan lapangan di beberapa titik sentral perdagangan ternak yang bertetangga dengan Desa Puyung, yakni Pasar Jajar di Desa Sidomulyo dan Pasar Legi di Desa Tanggaran, harga jual kambing mulai mengalami koreksi naik dibandingkan periode bulan-bulan sebelumnya.

Kenaikan ini merupakan fenomena tahunan yang lumrah terjadi, namun tahun ini memiliki karakteristik yang cukup unik di tengah fluktuasi ekonomi pasca-pandemi dan perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan pakan hijau di wilayah pegunungan.

Dominasi Kambing Jantan Dewasa dan Tren Harga

Fokus utama para pembeli saat ini tertuju pada kambing jantan dewasa yang telah memenuhi syarat syariat untuk dijadikan hewan qurban (sudah poel). Di Pasar Jajar, para pedagang mengungkapkan bahwa kenaikan harga berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000 per ekor, tergantung pada bobot, postur, dan kebersihan fisik hewan.

"Kambing jantan yang biasanya di hari biasa dibanderol Rp2,5 juta, sekarang sudah sulit didapat di harga itu. Rata-rata sekarang sudah menyentuh angka Rp2,7 juta sampai Rp2,9 juta untuk kelas standar qurban," ujar salah satu pedagang di Pasar Legi, Desa Tanggaran.

Meskipun terdapat kenaikan, para peternak lokal menganggap harga saat ini masih dalam batas wajar dan kompetitif. Hal ini dikarenakan biaya perawatan dan harga konsentrat tambahan juga mengalami sedikit kenaikan selama masa penggemukan menuju hari raya.

Kondisi Pasar Tradisional: Jajar dan Legi Tanggaran sebagai Barometer

Dua pasar ini, Jajar dan Legi, menjadi barometer penting bagi masyarakat di sekitar Desa Puyung dan sekitarnya. Sejak pagi buta, ratusan ekor kambing dari berbagai jenis—mulai dari peranakan Etawa (PE), Jawa Randu, hingga kambing kacang—telah memenuhi area pasar.

Interaksi tawar-menawar yang intens terlihat di setiap sudut pasar. Para pembeli tidak hanya datang dari warga lokal yang ingin berqurban secara pribadi, tetapi juga dari para takmir masjid dan lembaga sosial yang mulai menyetok hewan jauh-jauh hari guna menghindari lonjakan harga yang lebih ekstrem saat mendekati hari H.

Ekspor Domestik ke Kota Besar Tetap Berjalan

Salah satu aspek menarik pada musim qurban 2026 ini adalah masih bertahannya pengiriman hewan ternak ke luar daerah. Meski para pedagang mengakui bahwa intensitasnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, namun truk-truk pengangkut kambing dengan tujuan kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung masih dapat dijumpai di jalur utama.

Penurunan kuantitas pengiriman ini disinyalir karena beberapa faktor:

  • 1.Biaya Logistik: Kenaikan biaya operasional transportasi lintas provinsi.
  • 2.Persaingan Lokal: Meningkatnya permintaan lokal di wilayah Jawa Timur sendiri yang membuat pedagang lebih memilih melepas ternaknya di pasar terdekat demi efisiensi 
  • biaya.
  • 3.Standar Seleksi: Kota-kota besar seperti Jakarta kini menerapkan standar kesehatan hewan yang sangat ketat, sehingga hanya kambing kualitas premium yang diberangkatkan.

Optimisme Peternak dan Pedagang

Walaupun pengiriman ke Jakarta agak melandai, optimisme tetap terpancar dari wajah para peternak di wilayah Desa Sidomulyo dan Tanggaran. Mereka percaya bahwa konsumsi hewan qurban di tingkat lokal tetap stabil. Apalagi, kesadaran masyarakat untuk berqurban melalui skema tabungan qurban atau kelompok masyarakat terus meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah desa setempat melalui petugas kesehatan hewan juga dikabarkan mulai melakukan pemeriksaan berkala ke pasar-pasar tersebut guna memastikan seluruh kambing yang diperjualbelikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit kulit lainnya, sehingga masyarakat merasa aman dalam bertransaksi.

Dengan tren yang ada saat ini, diperkirakan puncak kenaikan harga akan terjadi pada satu minggu menjelang Idul Adha. Bagi warga yang memiliki anggaran terbatas, para ahli pasar menyarankan untuk melakukan pembelian lebih awal atau melakukan sistem booking kepada peternak langsung guna mendapatkan harga yang lebih miring sebelum pasar mencapai titik jenuh permintaannya.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Puyung

tampilkan dalam peta lebih besar