Tebing Longsor Kembali Terjang Rumah Warga Desa Puyung, Bangunan Permanen Nyaris Roboh
Wina Purwanto 04 Maret 2026 08:07:58 WIB
Puyung – Bencana tanah longsor kembali menimpa warga Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 03 Maret 2026 sekitar pukul 01.30 WIB tersebut menerjang sebuah rumah warga hingga nyaris roboh. Material tanah dari tebing di belakang rumah tiba-tiba ambrol dan menghantam bangunan permanen yang baru dibangun beberapa waktu lalu.
Rumah yang terdampak merupakan milik pasangan suami istri, Parjo dan Tumiarti, warga RT 24 RW 12 Dusun Sendang, Desa Puyung. Saat kejadian, Rudi Setiawan anak korbsn tengah beristirahat bersama anggota keluarga lainnya. Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor.
Menurut keterangan warga sekitar, suara gemuruh terdengar cukup keras sesaat sebelum dinding bagian belakang rumah jebol diterjang material tanah dan bebatuan. Tebing yang berada tepat di sisi belakang rumah runtuh dan menimbun sebagian bangunan. Dinding bata tidak mampu menahan tekanan tanah yang begitu besar, sehingga bagian tembok ambrol dan struktur bangunan mengalami kerusakan serius.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar. Bagian ruang belakang rumah mengalami kerusakan paling parah. Tembok roboh, perabotan rumah tangga tertimbun material longsor, serta rangka atap mengalami pergeseran akibat tekanan tanah. Kondisi rumah kini dalam keadaan rawan dan tidak lagi aman untuk ditempati sementara waktu.
Material tanah yang runtuh tidak hanya menghantam bangunan utama yang bersifat permanen, tetapi juga menerjang bangunan dapur atau dalam sebutan lokal dikenal sebagai mah pawon yang berada di bagian belakang rumah. Bangunan dapur yang masih semi permanen tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimbun tanah, batu, dan puing-puing tembok.
Sementara itu, kondisi mah pawon yang konstruksinya lebih sederhana menjadi bagian yang paling terdampak. Beberapa tiang penyangga mengalami kemiringan, dinding retak, dan sebagian atap ambruk akibat tertimpa tanah dan reruntuhan bata dari bangunan utama. Peralatan memasak serta perlengkapan dapur yang berada di dalamnya turut tertimbun material longsor.
Warga sekitar bersama perangkat desa bergerak cepat membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsor pada pagi harinya. Dengan alat seadanya, mereka bergotong royong menyingkirkan tanah dan puing-puing bangunan yang memenuhi bagian dalam rumah. Kepedulian dan solidaritas masyarakat tampak begitu kuat dalam menghadapi musibah ini.
Selain masyarakat setempat, organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sub Sendang Rayon Puyung juga turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut. Kehadiran para anggota PSHT menambah tenaga dalam proses pengangkatan tanah dan puing-puing bangunan yang menimbun rumah Parjo.
Dengan penuh semangat kebersamaan, para anggota PSHT bersama warga bahu-membahu menggunakan sekop, cangkul, dan peralatan seadanya untuk membersihkan material longsor. Aksi sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian organisasi kemasyarakatan terhadap warga yang tertimpa musibah. Solidaritas yang terjalin menunjukkan kuatnya budaya gotong royong di Dusun Sendang.
Wilayah Desa Puyung sendiri memang dikenal sebagai daerah perbukitan dengan kontur tanah yang labil, terutama saat musim penghujan. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat tanah menjadi jenuh air dan mudah longsor. Sejumlah titik di Dusun Sendang sebelumnya juga dilaporkan mengalami retakan tanah yang berpotensi membahayakan permukiman warga.
Pemerintah desa mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng dan tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait diharapkan dapat segera dilakukan guna penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan relokasi sementara apabila kondisi dinilai berisiko tinggi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. Diperlukan langkah-langkah pencegahan seperti penguatan tebing, pembuatan drainase yang baik, serta penanaman vegetasi penahan tanah guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Kini, Parjo dan Tumiarti untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu kondisi rumah dinyatakan aman. Harapan mereka sederhana, agar segera ada solusi dan bantuan sehingga tempat tinggal yang menjadi sandaran hidup keluarga kecil tersebut dapat kembali diperbaiki dan dihuni dengan aman. Musibah ini meninggalkan duka sekaligus menjadi peringatan bahwa kewaspadaan terhadap ancaman alam harus selalu ditingkatkan, khususnya di wilayah perbukitan seperti Desa Puyung.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- PSHT Sub Sendang Rayon Puyung Gotong Royong Evakuasi Rumah Warga Terdampak Longsor
- Tebing Longsor Kembali Terjang Rumah Warga Desa Puyung, Bangunan Permanen Nyaris Roboh
- Merumput atau Ngarit, Rutinitas Harian Warga Desa Puyung di Tengah Lesunya Harga Kambing
- Ramadhan Berbalut Hujan di Desa Puyung, Warga Bersyukur Sekaligus Waspada
- RT 11 RW 06 Jadi Cikal Bakal Dusun Ponggok, Pembangunan Jalan Poros Terlaksana Tahun 2025
- Belik, Sumber Penghidupan Warga Desa Puyung yang Kini Kian Sunyi
- Tebing Longsor Timpa Rumah Warga di Dusun Sendang, Tembok Bagian Tengah Ambrol
















