Mengembalikan Kejayaan Jahe Emprit
Wina Purwanto 18 Januari 2026 13:25:49 WIB
TRENGGALEK – Hamparan hijau perbukitan di Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, kini perlahan mulai menampakkan wajah aslinya. Setelah beberapa tahun terakhir didominasi oleh tanaman umbi porang yang sempat menjadi fenomena ekonomi, kini para petani mulai melirik kembali komoditas leluhur mereka: Jahe Emprit atau yang dikenal warga lokal sebagai Jahe Dewot.
Desa Puyung memang memiliki karakteristik geografis yang unik. Dengan ketinggian lahan dan suhu udara yang sejuk, tanah di wilayah ini secara alami sangat mendukung pertumbuhan rimpang-rimpangan dengan kualitas kadar minyak atsiri yang tinggi.
Sempat Tergeser Pesona Porang
Beberapa tahun lalu, demam porang melanda hampir seluruh pelosok Trenggalek, termasuk Desa Puyung. Banyak lahan yang dulunya ditanami jahe, beralih fungsi menjadi lahan porang karena tergiur harga jual yang selangit kala itu. Hal ini membuat keberadaan Jahe Emprit sempat meredup dan hanya menjadi tanaman sampingan di sudut-sudut kebun.
Namun, fluktuasi harga porang dan masa panen yang relatif lebih lama membuat petani mulai melakukan evaluasi. Di sinilah Jahe Emprit kembali menunjukkan "taringnya" sebagai komoditas yang lebih stabil dan sesuai dengan kultur bertani masyarakat setempat.
Penjelasan Ahli: Potensi Lahan yang Tak Terbantahkan
Kesesuaian lahan Desa Puyung untuk budidaya Jahe Emprit ini bukan sekadar klaim sepihak dari petani. Hal tersebut dibenarkan oleh Tosiah, STT,M.Agr Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Pule yang bertugas khusus di Desa Puyung.
Menurut Tosiah, struktur tanah di Desa Puyung memiliki drainase alami yang baik, yang sangat krusial bagi tanaman jahe agar rimpangnya tidak mudah busuk.
"Secara teknis, Jahe Emprit atau Jahe Dewot ini memang sangat cocok dibudidayakan di sini. Tekstur tanah dan iklim di Desa Puyung mendukung pembentukan rimpang yang padat dan aroma yang lebih tajam dibandingkan daerah lain. Meskipun sempat tergeser oleh pesona porang, jahe tetaplah komoditas unggulan yang punya pasar pasti," ujar Tosiah, STT M.Agr saat memberikan pembinaan kepada kelompok tani setempat.
Keunggulan Jahe Emprit Puyung
Ada beberapa alasan mengapa Jahe Emprit kembali diminati oleh para petani di bawah bimbingan penyuluh pertanian:
Masa Panen Lebih Fleksibel: Berbeda dengan beberapa tanaman umbi lainnya, jahe bisa dipanen dalam kondisi muda untuk kebutuhan bumbu, atau dipanen tua untuk kebutuhan industri jamu dan ekspor.
Perawatan Relatif Mudah: Masyarakat Desa Puyung sudah memiliki kearifan lokal dalam mengolah lahan jahe secara turun-temurun.
Permintaan Pasar Tinggi: Seiring meningkatnya kesadaran kesehatan, permintaan jahe untuk bahan herbal dan minuman kesehatan terus stabil, baik di pasar lokal Trenggalek maupun luar daerah.
Harapan Kedepan
Dengan kembalinya fokus petani pada Jahe Emprit, diharapkan ekonomi mikro di Desa Puyung dapat lebih tangguh terhadap guncangan harga komoditas global. Sinergi antara petani dan penyuluh pertanian seperti Ibu Tosiah menjadi kunci utama agar kualitas panen tetap terjaga dan memenuhi standar industri.
Kini, aroma pedas yang khas mulai kembali tercium dari tanah-tanah di lereng Pule. Jahe Emprit bukan lagi sekadar tanaman pengisi lahan, melainkan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat Desa Puyung yang ingin berjaya di tanah mereka sendiri.
Dukungan Pemerintah
Upaya pemerintah dalam memperkuat sektor hortikultura terus menunjukkan komitmen nyata. Sebagai bentuk realisasi atas usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) akhir tahun lalu, sebanyak tiga Kelompok Tani (Poktan) resmi menerima bantuan benih jahe berkualitas untuk musim tanam 2025.
Bantuan ini ditujukan untuk mengakselerasi potensi desa sebagai sentra penghasil rempah, sekaligus meningkatkan pendapatan para petani lokal. Tiga kelompok tani yang terpilih sebagai penerima manfaat tersebut adalah:
Poktan Bumi Mulyo
Poktan Bina Taruna
Poktan Tani Maju
Penyaluran benih ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam merespons aspirasi masyarakat dari tingkat akar rumput. Dengan dukungan benih unggul, diharapkan produktivitas jahe di wilayah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Bantuan ini adalah bukti bahwa suara petani dalam Musrenbangdes benar-benar didengar dan diwujudkan. Kami berharap Poktan Bumi Mulyo, Bina Taruna, dan Tani Maju dapat mengelola bantuan ini dengan maksimal agar mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan," ujar perwakilan dinas terkait dalam acara serah terima.
Selain distribusi benih, pemerintah juga berencana melakukan pendampingan teknis agar proses budidaya berjalan optimal dan meminimalisir risiko gagal panen akibat cuaca.
Komentar atas Mengembalikan Kejayaan Jahe Emprit
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Estafet Kepemimpinan LMDH Ganti Roso: Solekan Resmi Terpilih Menjadi Ketua Baru
- Sinergi BPBD dan Forkopimcam Pule Salurkan Bantuan Bagi Korban Longsor di Desa Puyung
- Mengembalikan Kejayaan Jahe Emprit
- Transparan dan Tepat Sasaran, Desa Puyung Alokasikan Dana Desa 2026.
- Ruas Jalan Tertimbun Longsor, Warga Tiga Dusun Bahu-Membahu Buka Keterisolasian
- Hujan Semalam Suntuk, 15 Rumah Warga Desa Puyung Trenggalek Terdampak Longsor
- Gema Budaya di Lereng Pule: Desa Puyung Sabet Juara Umum Festival Langen Tayub 2025














