Petani Empon-Empon Desa Puyung Resah, Tanaman Jahe Mengalami Kerusakan dan Dorman Sebelum Waktunya
Wina Purwanto 15 Maret 2026 04:50:30 WIB
Puyung – Para petani empon-empon di Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, belakangan ini diliputi rasa resah. Pasalnya, tanaman jahe yang mereka tanam sebagai bagian dari sistem pertanian tumpangsari mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan. Tanaman yang semula tumbuh subur kini mulai menunjukkan gejala menguning, layu, bahkan mengalami dorman sebelum waktunya.
Meskipun lahan pertanian milik warga tersebut tergolong dalam skala kecil dan dikelola secara mandiri oleh keluarga petani, dampak dari kerusakan tanaman jahe ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Bagi sebagian petani di Desa Puyung, tanaman empon-empon seperti jahe bukan hanya menjadi tanaman selingan, tetapi juga salah satu sumber tambahan penghasilan rumah tangga.
Salah seorang petani setempat mengungkapkan bahwa pada awalnya kondisi tanaman jahe terlihat normal dan tumbuh dengan baik. Namun seiring berjalannya waktu, muncul satu titik tanaman yang menunjukkan gejala tidak biasa. Daun tanaman tampak menguning dan batang terlihat melemah. Awalnya para petani mengira hal tersebut merupakan kondisi biasa yang sering terjadi pada tanaman, namun ternyata masalah tersebut terus berkembang.
“Awalnya hanya satu titik kecil saja yang terlihat menguning dan layu. Kami kira hanya tanaman biasa yang tidak kuat. Tetapi lama-kelamaan justru menyebar ke tanaman lain di sekitarnya,” ujar salah seorang petani.
Seiring waktu, gejala tersebut semakin meluas dan menyebabkan sejumlah tanaman jahe mengalami dorman sebelum waktunya. Padahal seharusnya tanaman jahe masih berada dalam masa pertumbuhan dan belum memasuki fase istirahat alami. Kondisi ini membuat para petani khawatir karena dapat berdampak pada hasil panen yang menurun bahkan berpotensi gagal panen.
Sistem pertanian tumpangsari yang selama ini diterapkan oleh warga sebenarnya bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan serta menjaga keseimbangan tanaman. Jahe biasanya ditanam berdampingan dengan tanaman lain seperti pohon kayu atau tanaman perkebunan rakyat. Namun munculnya kerusakan tanaman ini membuat para petani harus lebih waspada dalam mengelola lahannya.
Selain mempengaruhi kondisi tanaman, kejadian ini juga berdampak pada semangat para petani. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir tanaman empon-empon seperti jahe cukup diminati pasar dan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat desa.
Para petani berharap adanya perhatian dan pendampingan dari pihak terkait, terutama dari penyuluh pertanian atau dinas pertanian setempat, agar dapat membantu mengidentifikasi penyebab kerusakan tanaman tersebut. Dengan demikian, langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sehingga kerusakan tidak semakin meluas.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, para petani Desa Puyung tetap berusaha menjaga dan merawat tanaman yang masih sehat. Mereka berharap kondisi ini segera teratasi agar tanaman jahe yang tersisa dapat kembali tumbuh dengan baik hingga masa panen tiba.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sektor pertanian, meskipun dikelola dalam skala kecil oleh masyarakat desa, tetap memiliki peranan penting dalam menopang ekonomi keluarga. Oleh karena itu, perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi para petani menjadi hal yang sangat dibutuhkan demi menjaga keberlangsungan pertanian rakyat di pedesaan
Keresahan para petani semakin bertambah setelah beberapa tanaman jahe yang mengalami dorman dini tersebut akhirnya dibongkar untuk mengetahui penyebab kerusakannya. Setelah dilakukan pengecekan pada bagian akar dan rimpangnya, para petani menemukan bahwa sebagian besar tanaman tersebut ternyata mengalami pembusukan. Rimpang jahe yang seharusnya masih dalam masa pertumbuhan terlihat lembek, berwarna kecokelatan, bahkan sebagian sudah hancur di dalam tanah.
Temuan tersebut membuat para petani menduga bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan tanaman. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah Desa Puyung memang sering diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi dan terjadi hampir setiap hari. Tidak jarang hujan turun sejak siang hingga malam hari tanpa jeda yang cukup lama.
Para petani menilai bahwa curah hujan yang terus menerus menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat lembab bahkan cenderung terlalu basah. Padahal sebelumnya para petani telah melakukan berbagai upaya teknis untuk mengantisipasi genangan air di lahan pertanian mereka. Salah satunya dengan membuat sistem terasering pada lahan miring serta membuat parit-parit kecil sebagai saluran pembuangan air agar tidak menggenang di sekitar tanaman.
Namun upaya tersebut tampaknya belum mampu sepenuhnya mengatasi kondisi alam yang terjadi saat ini. Intensitas hujan yang hampir turun setiap hari membuat tanah sulit untuk benar-benar kering, sehingga kelembapan tanah tetap tinggi dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut diduga memicu munculnya penyakit yang menyerang rimpang jahe dan menyebabkan pembusukan pada tanaman.
Beberapa petani juga telah berupaya melakukan langkah pencegahan dan pengobatan terhadap tanaman yang masih terlihat sehat. Berbagai cara dilakukan, mulai dari memperbaiki drainase, membersihkan tanaman yang sudah rusak, hingga memberikan perlakuan tertentu pada tanah dan tanaman agar penyakit tidak semakin menyebar.
Meski demikian, hingga saat ini upaya yang dilakukan para petani tersebut belum memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan harapan. Kerusakan tanaman masih terus ditemukan di beberapa titik lahan pertanian, sehingga para petani berharap adanya solusi yang lebih efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Petani Empon-Empon Desa Puyung Resah, Tanaman Jahe Mengalami Kerusakan dan Dorman Sebelum Waktunya
- Semangat Petani Porang di Desa Puyung Kembali Tumbuh Seiring Kabar Harga Menguat
- Jaga Imunitas Generasi Penerus, Desa Puyung Gelar Imunisasi Rutin Balita
- Tradisi Maleman ing Desa Puyung, Wujud Ngalap Berkah Lailatul Qadar
- Menelusuri Sejarah Lingkungan Kapas Salah Satu Pemukiman Di Jantung Desa Puyung
- Kegiatan Posyandu ILP Ongkodono Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Warga Dusun Sendang
- PSHT Sub Sendang Rayon Puyung Gotong Royong Evakuasi Rumah Warga Terdampak Longsor














