Harga Jahe Menggoda, Tanaman Milik Warga Puyung Dicuri Malam-malam
Wina Purwanto 10 April 2026 17:41:33 WIB
TRENGGALEK – Membaiknya harga jahe di pasaran belakangan ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri, namun sayangnya hal ini juga memicu tindakan tidak bertanggung jawab. Sebuah kasus pencurian tanaman jahe terjadi di kawasan Nggrombyang, tepatnya di Dusun Sendang, Desa Puyung, pada Kamis, 10 April 2026.
Peristiwa naas ini menimpa Ibu Tuk, warga Njingklong RT 17 RW 08. Menurut keterangan yang diperoleh, pencurian diperkirakan terjadi pada malam hari. Lokasi lahan tempat jahe ditanam memang cukup jauh dari pemukiman warga, sehingga memudahkan pelaku untuk beraksi tanpa terlihat.
Tanaman jahe milik Ibu Tuk ditanam dengan sistem tumpang sari bersama tanaman lainnya. Sistem ini memang umum dilakukan petani untuk memaksimalkan penggunaan lahan, namun dalam kasus ini justru membuat tanaman jahe menjadi lebih tersembunyi dan sulit diawasi, terutama pada malam hari.
Ibu Tuk sendiri baru menyadari bahwa tanamannya telah dicuri pada siang hari berikutnya. Saat ia datang ke lokasi untuk memeriksa kondisi tanaman, ia terkejut menemukan banyak rimpang jahe yang sudah hilang dicabut dari tanah. Bekas-bekas galian dan sisa tanaman yang berserakan menjadi bukti nyata aksi pencurian tersebut.
"Padahal harga jahe sekarang sedang lumayan bagus, jadi saya berharap bisa mendapatkan hasil yang layak nanti. Ternyata malah dicuri orang," keluh Ibu Tuk dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi. Ia mengaku sudah merawat tanaman tersebut cukup lama, mulai dari penanaman hingga perawatan rutin, namun usaha itu kini terasa sia-sia karena ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Kondisi lahan yang jauh dari pemukiman dan minim penerangan menjadi faktor yang dimanfaatkan pelaku. Selain itu, sistem tumpang sari membuat tanaman jahe tidak terlalu mencolok, sehingga sulit dideteksi dari kejauhan. Warga sekitar pun mengaku tidak mendengar atau melihat adanya aktivitas mencurigakan pada malam kejadian.
Kasus ini menjadi peringatan bagi para petani lain, terutama yang memiliki lahan di lokasi terpencil. Dengan harga komoditas pertanian yang sedang naik, risiko pencurian tanaman pun meningkat. Diharapkan warga dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan mungkin melakukan patroli rutin atau bekerja sama dengan tetangga untuk mengamankan aset pertanian mereka.
Sampai berita ini diturunkan, Ibu Tuk belum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, namun ia berharap pelaku dapat segera sadar dan tidak mengulangi perbuatan serupa yang merugikan orang lain. Sementara itu, tanaman jahe yang tersisa kini menjadi perhatian utama agar tidak menjadi sasaran pencurian berikutnya.
Laporan dari Puyung Trenggalek
Komentar atas Harga Jahe Menggoda, Tanaman Milik Warga Puyung Dicuri Malam-malam
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Harga Jahe Menggoda, Tanaman Milik Warga Puyung Dicuri Malam-malam
- Siklus Emas di Balik Dorman: Petani Desa Puyung Mulai Panen Porang
- Posyandu Lansia Dusun Ponggok 2026: Lansia Antusias Ikuti Senam, Cek Kesehatan, dan Terima PMT
- Melebur dalam Maaf: Tradisi Halal Bihalal PPDI Pule untuk Memperkokoh Solidaritas
- Menanam Harapan dari Lereng Desa: Mengenal Lebih Dekat PAUD Darma Bakti Puyung
- Menyicipi Kesegaran Jangan Menir: Warisan Kuliner Desa Puyung yang Tak Lekang oleh Zaman
- “Tedak Sinten Tetap Lestari di Desa Puyung, Dari Kurungan hingga Ritual Belik Sarat Makna”
















