Porang Memasuki Masa Dorman, Petani Bersiap Panen Katak untuk Musim Tanam Berikutnya
Wina Purwanto 31 Maret 2026 11:30:55 WIB
Puyung-Memasuki perubahan musim, tanaman porang mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki fase dorman. Kondisi ini tampak jelas di sejumlah lahan pertanian, di mana daun-daun porang mulai menguning dan perlahan rebah ke tanah. Fase dorman merupakan siklus alami tanaman porang yang menandai berakhirnya masa pertumbuhan aktif, sekaligus menjadi awal bagi petani untuk bersiap menghadapi musim tanam berikutnya.
Di tengah kondisi tersebut, fenomena yang paling ditunggu oleh para petani adalah mulai bergugurannya “katak” porang. Katak merupakan umbi kecil yang tumbuh di ketiak daun porang dan berfungsi sebagai salah satu sumber bibit unggul. Seiring tanaman memasuki masa dorman, katak-katak ini akan jatuh ke tanah secara alami, menandakan bahwa mereka telah matang dan siap untuk dikumpulkan.
Para petani biasanya memanfaatkan momen ini untuk memanen katak dengan cara memungutnya langsung dari permukaan tanah. Katak yang telah dikumpulkan kemudian dibersihkan dan disimpan dengan baik sebelum ditanam kembali pada musim hujan berikutnya. Cara ini dinilai lebih praktis dan ekonomis dibandingkan harus membeli bibit baru, sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya porang di tingkat lokal.
Satu tanaman porang sedang umumnya mampu menghasilkan lebih dari 10 butir katak. Jumlah ini tentu menjadi potensi besar bagi petani untuk memperluas area tanam. Namun demikian, dari sekian banyak katak yang dihasilkan, biasanya terdapat satu butir yang dianggap sebagai “katak super”. Katak super ini memiliki ukuran lebih besar, bentuk lebih sempurna, dan diyakini memiliki daya tumbuh yang lebih baik dibandingkan katak lainnya.
Keberadaan katak super menjadi harapan tersendiri bagi para petani. Selain berpotensi menghasilkan tanaman yang lebih kuat, katak jenis ini juga sering dijadikan prioritas utama dalam penanaman kembali. Dengan perawatan yang tepat, katak super diharapkan mampu memberikan hasil panen yang lebih optimal di masa mendatang.
Meski memasuki masa dorman, bukan berarti aktivitas petani porang berhenti sepenuhnya. Justru pada fase ini, mereka mulai melakukan berbagai persiapan, seperti membersihkan lahan, memperbaiki sistem drainase, hingga memilah katak berdasarkan kualitasnya. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa saat musim tanam tiba, seluruh kebutuhan telah siap dan proses penanaman dapat berjalan maksimal.
Budidaya porang sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tanaman ini dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi karena umbinya dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti tepung glukomanan yang banyak dibutuhkan di industri pangan dan kesehatan. Oleh karena itu, pengelolaan bibit melalui katak menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen.
Dengan datangnya masa dorman ini, para petani porang diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai waktu untuk evaluasi dan persiapan. Siklus alami tanaman yang ditandai dengan gugurnya katak bukan hanya menjadi akhir dari satu fase, tetapi juga awal dari harapan baru untuk musim tanam berikutnya yang lebih baik dan lebih produktif.
Komentar atas Porang Memasuki Masa Dorman, Petani Bersiap Panen Katak untuk Musim Tanam Berikutnya
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Porang Memasuki Masa Dorman, Petani Bersiap Panen Katak untuk Musim Tanam Berikutnya
- Pasar Njajar, Nadi Ekonomi Warga Puyung, Sidomulyo dan Sekitarnya di Tengah Dinamika Zaman
- Semangat Ibu-Ibu Muda Lestarikan Budaya, Karawitan Putri “Mugi Rahayu” Bergema dari Desa Puyung
- Simbol Kesejahteraan di Gerbang Dusun: Membedah Filosofi Gapura Patung Kambing Desa Puyung
- Posbindu Desa Puyung Aktif Pantau Kesehatan Warga, Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
- Gema Takbir Menggema, Malam Idulfitri di Desa Puyung Penuh Khidmat dan Kebersamaan
- “1 Syawal 1447 H Jatuh Sabtu, 21 Maret 2026, Warga Desa Puyung Sambut Lebaran Serentak”



















