Pasar Njajar, Nadi Ekonomi Warga Puyung, Sidomulyo dan Sekitarnya di Tengah Dinamika Zaman
Wina Purwanto 30 Maret 2026 16:56:13 WIB
Puyung Trenggalek – Aktivitas masyarakat tampak begitu hidup sejak pagi hari di Pasar Njajar, sebuah pasar tradisional yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Pasar ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan telah menjadi urat nadi perekonomian warga di dua desa bertetangga, yakni Desa Sidomulyo dan Desa Puyung.
Dengan jarak yang relatif dekat, hanya sekitar 1,5 kilometer dari Desa Puyung, Pasar Njajar menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Tak heran jika sekitar 60 persen warga Desa Puyung menggantungkan aktivitas ekonominya di pasar tersebut.
Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, para pedagang dan pembeli mulai memadati area pasar. Aneka komoditas tersedia lengkap, mulai dari hasil pertanian segar seperti sayur-mayur, buah-buahan, hingga bahan pangan pokok. Di sudut lain, terlihat pedagang menjajakan pakaian, peralatan rumah tangga, hingga kebutuhan dapur yang menjadi incaran para ibu rumah tangga.
Yang menjadi daya tarik tersendiri, Pasar Njajar juga dikenal luas sebagai pasar hewan, khususnya kambing. Pada hari-hari tertentu, area pasar dipenuhi oleh para peternak yang membawa kambing peliharaan mereka untuk diperjualbelikan. Suasana tawar-menawar pun berlangsung hangat, mencerminkan tradisi jual beli khas pedesaan yang masih terjaga hingga kini.
Bagi warga Desa Puyung, pasar ini memiliki peran yang sangat penting. Selain sebagai tempat untuk menjual hasil pertanian seperti padi, sayuran, dan palawija, Pasar Njajar juga menjadi lokasi utama untuk memasarkan ternak kambing yang mereka pelihara. Hasil penjualan tersebut kemudian menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga.
“Saya hampir setiap pasaran ke Pasar Njajar. Selain belanja kebutuhan sehari-hari, kadang juga menjual hasil kebun,” ujar salah satu warga Desa Puyung yang ditemui di lokasi pasar.
Tak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, Pasar Njajar juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat. Di tempat ini, warga saling bertemu, bertukar kabar, hingga mempererat hubungan sosial yang telah terjalin sejak lama. Kehangatan dan keakraban terlihat jelas di setiap sudut pasar, menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan dengan pusat perbelanjaan modern.
Menariknya, Pasar Njajar beroperasi secara khusus pada hari pasaran Jawa, yakni setiap hari Kliwon. Pada hari tersebut, aktivitas pasar mencapai puncaknya dengan jumlah pedagang dan pembeli yang meningkat signifikan. Meskipun terletak di kawasan pegunungan yang tergolong terpencil, pasar ini justru dikenal cukup lengkap dalam menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat.
Hal ini tidak lepas dari luasnya jangkauan para pedagang yang datang. Selain diisi oleh pedagang lokal dari wilayah Kabupaten Trenggalek, termasuk dari Kecamatan Pule dan Panggul, Pasar Njajar juga diramaikan oleh pedagang dari luar daerah, yakni dari wilayah Kabupaten Ponorogo. Kehadiran para pedagang lintas daerah ini menjadikan Pasar Njajar semakin beragam, baik dari segi barang dagangan maupun dinamika ekonominya.
Berbagai komoditas dari luar daerah turut memperkaya pilihan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, hasil kerajinan, hingga perlengkapan rumah tangga. Kondisi ini menjadikan Pasar Njajar tidak hanya sebagai pasar lokal, tetapi juga sebagai titik temu ekonomi antarwilayah yang memperkuat jaringan perdagangan di kawasan perbatasan.
Di tengah maraknya pasar modern dan minimarket yang mulai merambah wilayah pedesaan, keberadaan Pasar Njajar tetap bertahan dan bahkan terus berkembang. Hal ini tidak lepas dari loyalitas masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dalam bertransaksi, seperti tawar-menawar dan interaksi langsung antara penjual dan pembeli.
Selain itu, harga yang relatif terjangkau dan keberagaman barang yang ditawarkan menjadi alasan lain mengapa pasar ini tetap diminati. Bagi warga, Pasar Njajar bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari yang sulit tergantikan.
Pemerintah setempat pun diharapkan terus memberikan perhatian terhadap keberadaan pasar tradisional ini, baik dari segi fasilitas maupun pengelolaan, agar Pasar Njajar dapat terus menjadi pusat ekonomi yang kuat dan berdaya saing.
Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, Pasar Njajar tetap berdiri kokoh sebagai simbol kemandirian ekonomi desa. Lebih dari sekadar tempat jual beli, pasar ini menjadi cerminan kehidupan masyarakat yang sederhana, gotong royong, dan penuh kehangatan.
Dengan segala aktivitas dan perannya, Pasar Njajar terus menjadi denyut kehidupan yang menghubungkan Desa Sidomulyo dan Desa Puyung—menjaga tradisi, menggerakkan ekonomi, serta memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat pedesaan.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Pasar Njajar, Nadi Ekonomi Warga Puyung, Sidomulyo dan Sekitarnya di Tengah Dinamika Zaman
- Semangat Ibu-Ibu Muda Lestarikan Budaya, Karawitan Putri “Mugi Rahayu” Bergema dari Desa Puyung
- Simbol Kesejahteraan di Gerbang Dusun: Membedah Filosofi Gapura Patung Kambing Desa Puyung
- Posbindu Desa Puyung Aktif Pantau Kesehatan Warga, Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
- Gema Takbir Menggema, Malam Idulfitri di Desa Puyung Penuh Khidmat dan Kebersamaan
- “1 Syawal 1447 H Jatuh Sabtu, 21 Maret 2026, Warga Desa Puyung Sambut Lebaran Serentak”
- Suasana Akhir Ramadhan di Puyung: Kerja Bakti hingga Genduri Riayan Warnai Desa


















