Belik, Sumber Penghidupan Warga Desa Puyung yang Kini Kian Sunyi
Wina Purwanto 24 Februari 2026 17:52:22 WIB
Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek — Di balik rimbunnya pepohonan dan tebing batu yang diselimuti lumut hijau, mengalir jernih air dari sebuah belik yang sejak dahulu menjadi sumber penghidupan masyarakat Desa Puyung. Airnya tak pernah benar-benar berhenti, mengalir pelan melewati bebatuan, menetes dari pipa sederhana, lalu jatuh ke aliran kecil yang terus menyusuri lereng.
Sumber mata air (Belik)tersebut dulunya menjadi denyut kehidupan warga. Setiap pagi dan sore, tempat ini ramai oleh aktivitas masyarakat. Anak-anak mandi sambil bercanda, para ibu mencuci pakaian, sementara sebagian warga lainnya mengambil air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum. Belik bukan sekadar sumber air, tetapi juga ruang sosial tempat warga bertemu, berbincang, dan mempererat kebersamaan.
Namun, waktu membawa perubahan.
Kini, keberadaan belik seakan berada di ujung kesunyian. Tidak lagi terdengar riuh tawa anak-anak atau gemericik ember yang diturunkan ke kolam penampungan. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses air bersih melalui pompa air membuat warga tak lagi harus datang langsung ke sumber mata air. Air dari belik kini ditarik menggunakan pompa, dialirkan melalui pipa-pipa menuju rumah-rumah penduduk.
Kemajuan ini tentu membawa dampak positif. Warga tak perlu lagi berjalan jauh atau menuruni jalan setapak yang licin untuk mengambil air, terutama saat musim hujan. Kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan lebih praktis dan efisien. Aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah, dan waktu yang sebelumnya digunakan untuk mengambil air kini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif lainnya.
Meski demikian, perubahan tersebut juga menyisakan cerita tentang pergeseran tradisi. Belik yang dahulu menjadi pusat interaksi sosial kini lebih sering sunyi. Ia tetap mengalir, tetap setia memberi kehidupan, tetapi tak lagi menjadi ruang berkumpul seperti masa lalu.
Secara historis, sumber mata air ( belikk ) ini memiliki peran penting dalam perjalanan Desa Puyung. Di saat jaringan air bersih belum menjangkau perkampungan, belik menjadi satu-satunya tumpuan. Bahkan dalam musim kemarau panjang, mata air ini dikenal tetap mengeluarkan air, menjadi penyelamat di tengah kekeringan. Tak heran jika warga terdahulu sangat menjaga kelestarian kawasan sekitar belik, menanam pohon dan melarang penebangan liar demi menjaga debit air tetap stabil.
Kini, tantangan yang dihadapi bukan lagi soal ketersediaan air, melainkan bagaimana menjaga keberlanjutan sumbernya. Meski telah menggunakan pompa, keberadaan sumber mata air tetap harus dirawat. Kelestarian lingkungan sekitar, kebersihan aliran air, serta perawatan instalasi pipa menjadi tanggung jawab bersama agar sumber kehidupan ini tidak rusak oleh waktu maupun kelalaian.
Belik di Desa Puyung adalah saksi bisu perjalanan zaman. Dari era ketika air harus ditimba dengan tangan, hingga masa ketika mesin mempermudah segalanya. Ia mungkin tak lagi ramai dikunjungi, namun perannya tetap vital. Di tengah kesunyian itu, air tetap mengalir—menghidupi, menguatkan, dan menjadi pengingat bahwa kemajuan tak boleh membuat kita lupa pada sumber awal kehidupan.
Ke depan, harapan masyarakat adalah agar belik ini tidak hanya menjadi sumber air semata, tetapi juga tetap dijaga sebagai warisan alam desa. Sebab di sanalah, sejarah, kebersamaan, dan kehidupan pernah tumbuh dan mengalir tanpa henti.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Ramadhan Berbalut Hujan di Desa Puyung, Warga Bersyukur Sekaligus Waspada
- RT 11 RW 06 Jadi Cikal Bakal Dusun Ponggok, Pembangunan Jalan Poros Terlaksana Tahun 2025
- Belik, Sumber Penghidupan Warga Desa Puyung yang Kini Kian Sunyi
- Tebing Longsor Timpa Rumah Warga di Dusun Sendang, Tembok Bagian Tengah Ambrol
- PAGI YANG BERSARUNG KABUT, DESA PUYUNG “NEGERI ATAS AWAN” DI TRENGGALEK
- Rabat Jalan RT 20 RW 10 Dusun Sendang Desa Puyung Tuntas Dikerjakan Pertengahan Tahun 2025 Kemarin
- Menjaga Nyala Api Tradisi: Mengapa Warga Desa Puyung Masih Setia pada 'Pawon'
















