Akses Puyung-Kembangan Kembali Lumpuh, Jembatan Darurat Blimbing Ambrol Tergerus Abrasi
Wina Purwanto 02 Februari 2026 17:28:36 WIB
TRENGGALEK – Akses vital yang menghubungkan Desa Puyung dan Desa Kembangan di Kabupaten Trenggalek kembali lumpuh total. Jembatan gorong-gorong di kawasan Blimbing, yang menjadi nadi transportasi utama bagi warga kedua desa, dilaporkan ambrol pada Minggu, 1 Februari 2026.
Insiden ini menambah panjang daftar kesulitan warga setempat, mengingat struktur yang runtuh tersebut merupakan jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setelah jembatan permanen ambrol beberapa waktu silam.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan pantauan di lapangan, runtuhnya jembatan darurat ini terjadi akibat kombinasi faktor usia konstruksi kayu yang mulai lapuk dan hantaman abrasi sungai yang terus-menerus menggerus pondasi tanah di sekitarnya. Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir disinyalir memperparah debit air, sehingga menghantam struktur jembatan swadaya yang memang memiliki keterbatasan ketahanan tersebut.
Putusnya jalur ini terjadi tepat pada tanggal 1 Februari 2026, membuat aktivitas warga pada awal bulan ini terganggu secara signifikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil dan imaterial bagi mobilitas warga sangat terasa.
Warga Dusun Sendang Terisolir, Harus Memutar Jauh
Dampak paling parah dirasakan oleh masyarakat Desa Puyung, khususnya mereka yang bermukim di Dusun Sendang. Jalur Blimbing ini merupakan akses tercepat dan efisien bagi warga Dusun Sendang untuk menuju ke pusat pemerintahan atau kota kecamatan.
Dengan terputusnya jembatan gorong-gorong ini, warga dipaksa mencari jalur alternatif. Sayangnya, jalur alternatif yang tersedia memaksa warga untuk memutar dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi waktu, biaya bahan bakar, dan kelancaran distribusi hasil bumi warga desa ke pasar kecamatan.
Harapan Besar pada Dinas PUPR Trenggalek
Masyarakat setempat kini menggantungkan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Warga menilai bahwa penanganan swadaya sudah tidak lagi efektif mengingat kondisi geografis dan derasnya aliran air yang membutuhkan konstruksi permanen dan teknis yang mumpuni.
Warga mendesak agar Dinas PUPR segera turun tangan melakukan peninjauan dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ulang jembatan permanen, bukan sekadar penanganan darurat yang bersifat sementara.
Kesaksian Warga
Keluhan mengenai putusnya akses ini diamini oleh salah satu warga Dusun Sendang yang sehari-harinya berprofesi sebagai sopir angkutan. Ia mengungkapkan betapa beratnya beban operasional yang harus ditanggung akibat kejadian ini.
"Jujur saja ini sangat memberatkan kami, terutama saya yang kerjanya di jalan sebagai sopir. Kalau harus memutar, itu jauh sekali jaraknya. Solar habis lebih banyak, waktu juga terbuang. Jembatan ini kan dulu kami (warga) bangun gotong royong seadanya karena jembatan aslinya rusak, eh sekarang ambrol lagi karena memang sudah tua dan kena abrasi," ungkapnya dengan nada prihatin.
Ia menambahkan bahwa mobilitas warga Dusun Sendang benar-benar terhambat.
"Harapan kami cuma satu, tolong Bapak-bapak dari Dinas PUPR Trenggalek segera perbaiki. Jangan lama-lama, kasihan warga kalau mau ke kecamatan harus susah payah begini," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon cepat dari pihak terkait untuk memberikan solusi taktis, setidaknya jembatan sementara yang lebih kokoh sembari menunggu penganggaran jembatan permanen.
Komentar atas Akses Puyung-Kembangan Kembali Lumpuh, Jembatan Darurat Blimbing Ambrol Tergerus Abrasi
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Menelusuri Jejak "Kota Jipang": Harmoni Dingin dan Hijau di Bumi Puyung
- Menolak Punah: Dedikasi Pembuat Gula Aren Tradisional di Lereng Desa Puyung
- Harmoni Hijau di Balik Bukit: Asa Panen Padi Desa Puyung Segera Tiba
- Porang Memasuki Masa Dorman, Petani Bersiap Panen Katak untuk Musim Tanam Berikutnya
- Pasar Njajar, Nadi Ekonomi Warga Puyung, Sidomulyo dan Sekitarnya di Tengah Dinamika Zaman
- Semangat Ibu-Ibu Muda Lestarikan Budaya, Karawitan Putri “Mugi Rahayu” Bergema dari Desa Puyung
- Simbol Kesejahteraan di Gerbang Dusun: Membedah Filosofi Gapura Patung Kambing Desa Puyung

















