PAGI YANG BERSARUNG KABUT, DESA PUYUNG “NEGERI ATAS AWAN” DI TRENGGALEK

Wina Purwanto 23 Februari 2026 09:32:55 WIB

Desa Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, kembali menunjukkan pesonanya sebagai “negeri di atas awan” saat musim penghujan tiba. Berada di kawasan dataran tinggi, desa ini kerap diselimuti kabut tebal yang turun sejak pagi hingga menjelang siang, bahkan dalam beberapa hari tertentu dapat bertahan sepanjang hari.

Memasuki puncak musim hujan, intensitas curah hujan di Desa Puyung terbilang rendah hingga sedang, namun berlangsung hampir setiap hari. Kondisi ini memicu munculnya kabut pekat yang menyelimuti permukiman warga, jalan desa, hingga area persawahan dan perbukitan di sekitarnya. Suasana desa pun tampak berbeda, dengan jarak pandang yang terkadang hanya berkisar dua meter saja.

Kabut yang cukup tebal membuat aktivitas warga sedikit terpengaruh, terutama pada pagi hari. Para pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki, harus lebih berhati-hati karena pandangan terbatas. Anak-anak yang berangkat sekolah pun berjalan perlahan menyusuri jalan desa yang basah oleh embun dan rintik hujan.

Meski demikian, fenomena kabut ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Desa Puyung tampak begitu indah dan asri, dengan rumah-rumah warga yang terlihat samar di balik selimut putih kabut. Pepohonan dan atap rumah seolah menghilang dan muncul kembali mengikuti pergerakan angin. Suasana sejuk dengan hawa dingin khas pegunungan menambah kesan tenang dan damai.

Warga setempat sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. Bagi mereka, kabut dan hujan ringan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari saat musim penghujan tiba. Namun demikian, kewaspadaan tetap diutamakan, terutama bagi pengendara yang melintas di jalur desa agar mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan.

Sebagai salah satu desa di wilayah perbukitan Kabupaten Trenggalek, Desa Puyung memang memiliki karakter geografis yang unik. Selain menjadi tantangan tersendiri bagi aktivitas masyarakat, kondisi alam ini sekaligus menjadi anugerah yang menghadirkan panorama alam menawan layaknya negeri di atas awan.

Musim penghujan kali ini kembali mengingatkan bahwa Desa Puyung tidak hanya kaya akan budaya dan semangat gotong royong masyarakatnya, tetapi juga dianugerahi keindahan alam yang memukau, meski harus disertai kabut tebal yang menyapa berhari-hari.

Fenomena kabut di Desa Puyung bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan sudah menjadi ciri khas yang melekat pada desa yang dijuluki “Negeri Atas Awan” di Kabupaten Trenggalek ini. Letak geografis yang berada di kawasan perbukitan dengan ketinggian cukup signifikan membuat Desa Puyung lebih rentan diselimuti kabut tebal, terutama saat musim penghujan tiba.

Pada pagi hari, kabut biasanya mulai turun sejak dini hari dan mencapai puncaknya sekitar pukul 05.00 hingga 08.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, kabut begitu pekat hingga jarak pandang hanya sekitar dua meter. Garis tepi jalan, pagar rumah, bahkan kendaraan yang melintas hanya tampak samar-samar. Suasana hening dan dingin menyelimuti seluruh penjuru desa, menciptakan pemandangan yang seolah membawa siapa saja berada di atas hamparan awan.

Hujan dengan intensitas rendah yang turun hampir setiap hari turut memperkuat kemunculan kabut tersebut. Uap air yang terperangkap di udara dingin dataran tinggi membentuk selimut putih yang perlahan menyelimuti rumah-rumah warga, pepohonan, dan lahan pertanian. Dari kejauhan, atap-atap rumah terlihat seperti mengambang di antara lautan kabut.

Bagi para petani, kondisi ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, kelembapan tinggi sangat membantu menjaga kesuburan tanaman dan ketersediaan air tanah. Namun di sisi lain, aktivitas di ladang menjadi lebih lambat karena medan yang licin dan jarak pandang terbatas. Begitu pula bagi pengendara, kewaspadaan ekstra menjadi keharusan demi keselamatan bersama.

Meski demikian, keindahan yang tercipta dari kabut tebal ini justru menjadikan Desa Puyung semakin dikenal sebagai kawasan dengan panorama alami yang memukau. Banyak warga yang mengabadikan momen kabut pagi sebagai dokumentasi keindahan desa mereka. Tidak sedikit pula yang menyebut suasana tersebut menyerupai kawasan wisata pegunungan ternama.

Kabut di Desa Puyung seakan menjadi pengingat bahwa alam memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kehidupan masyarakatnya. Di balik keterbatasan jarak pandang, tersimpan keindahan dan ketenangan yang tidak selalu bisa ditemukan di tempat lain. Desa Puyung pun tetap berdiri teguh sebagai Negeri Atas Awan Kabupaten Trenggalek, dengan kabut yang setia menyapa setiap musim penghujan tiba.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Puyung

tampilkan dalam peta lebih besar