Kirab Seribu Apem Semarakkan SD Negeri 2 Puyung (SEDAYU), Perkuat Kebersamaan .
Wina Purwanto 13 Februari 2026 09:46:13 WIB
TRENGGALEK – Semangat pelestarian budaya terpancar kuat di lingkungan SD Negeri 2 Puyung, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Pada hari ini, sekolah tersebut sukses menyelenggarakan perhelatan budaya bertajuk "Megengan SEDAYU #2" dengan tema utama "Merawat Tradisi, Menyemai Prestasi".
Acara ini bertepatan dengan momentum menjelang bulan suci Ramadhan, di mana seluruh elemen sekolah bersatu dalam harmoni kearifan lokal.
Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan menyelimuti lingkungan SD Negeri 2 Puyung (SEDAYU), Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, pada Jumat, 13 Februari 2026. Sekolah yang dikenal dengan sebutan SEDAYU (SD Dua Puyung) tersebut menggelar kegiatan Kirab Seribu Apem yang berlangsung meriah dan sarat makna budaya serta nilai religius.
Sejak pagi hari, para siswa, guru, dan wali murid telah memadati halaman sekolah dengan membawa apem yang telah dipersiapkan sebelumnya. Apem-apem tersebut kemudian disusun dan diarak dalam kirab mengelilingi lingkungan sekitar sekolah. Dengan penuh semangat, para siswa berjalan beriringan sambil membawa hasil karya dan hidangan tradisional tersebut, menciptakan suasana yang semarak sekaligus penuh kekeluargaan.
Kirab dimulai dari halaman sekolah dan mengelilingi lingkungan sekitar dengan tertib dan khidmat. Ratusan siswa berjalan beriringan didampingi para guru, sembari membawa apem dan berbagai atribut sederhana yang mencerminkan semangat menyambut Ramadan. Warga sekitar pun antusias menyaksikan jalannya kirab yang sarat nuansa religius dan budaya tersebut.
Kirab Seribu Apem ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karakter bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal warisan budaya, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah dan masyarakat sekitar.
Selain kirab, kegiatan juga diisi dengan kenduri tasyakuran yang melibatkan wali murid, tokoh masyarakat, para pendidik, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Dalam suasana yang khidmat, doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar SDN 2 Puyung senantiasa diberi kemajuan, keberkahan, dan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia serta berprestasi.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Desa Puyung, yakni Sudarto selaku Kepala Dusun Sendang dan Wahyu Hernawan selaku Kepala Seksi Pemerintahan Desa Puyung. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah desa terhadap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Kepala SDN 2 Puyung, Arif Wibowo, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Kirab Seribu Apem bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari wali murid, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat kebersamaan keluarga besar SD Negeri 2 Puyung,” ungkapnya.
Menimpali apa yang telah disampaikan oleh Kepala SD Negeri 2 Puyung, Sudarto selaku Kepala Dusun Sendang menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan Kirab Seribu Apem tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini merupakan contoh nyata sinergi yang baik antara lembaga pendidikan, wali murid, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Sudarto menyampaikan bahwa pihaknya dari Pemerintah Desa Puyung, khususnya Dusun Sendang, sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu menanamkan nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan kepada generasi muda sejak dini. Menurutnya, tradisi kirab dan kenduri tasyakuran bukan hanya sekadar seremoni, tetapi memiliki makna mendalam dalam membangun karakter anak-anak.
“Kami dari Pemerintah Desa merasa bangga dan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kirab Seribu Apem bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak kita dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ungkap Sudarto.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, spiritual, dan sosial kemasyarakatan. Sudarto berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya.
Di akhir penyampaiannya, Sudarto mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam mendukung setiap program sekolah, demi terwujudnya generasi penerus yang berakhlak mulia, cinta budaya, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan terselenggaranya Kirab Seribu Apem dan kenduri tasyakuran ini, diharapkan semangat gotong royong dan nilai-nilai tradisi lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. SD Negeri 2 Puyung (SEDAYU) pun semakin menunjukkan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya yang menguatkan harmoni di tengah masyarakat.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Kirab Seribu Apem Semarakkan SD Negeri 2 Puyung (SEDAYU), Perkuat Kebersamaan .
- Lumpuhnya Ekonomi "Bank Hidup": Harga Kambing di Desa Puyung Tak Kunjung Pulih
- Menjemput Takdir di Pucuk Ruyung: Menelusuri Jejak Pohon Legenda di Desa Puyung
- ASA DI BALIK UMBI: PERJUANGAN PETANI PUYUNG MENJEMPUT KEJAYAAN PORANG
- Tingkatkan Mobilitas Warga, Pemdes Puyung Tuntaskan Rabat Jalan Dusun Krajan Senilai Rp60 Juta
- Sambut Ramadan, Warga Desa Puyung Gelar Tradisi "Geren Kubur" Serentak
- Infografis APBDes Desa Puyung Tahun Anggaran 2026.
















